Declan Rice 'Senang' Banyak Orang Tak Suka Arsenal Menang
Gelandang Arsenal, Declan Rice, mengaku justru merasa senang karena banyak pihak yang tidak menginginkan timnya menjadi juara Premier League musim 2023/2024. Baginya, sentimen negatif itu justru menjadi pertanda bahwa Arsenal sedang berada di jalur yang benar dalam perburuan gelar.
Pernyataan tersebut disampaikan Rice di tengah persaingan ketat Arsenal dengan Manchester City di puncak klasemen. Arsenal kala itu tengah berusaha mengakhiri puasa gelar liga yang sudah berlangsung hampir dua dekade, sementara City, juara bertahan, terus menempel ketat dari posisi kedua.
Komentar Declan Rice
Rice menegaskan bahwa dirinya tidak terganggu oleh pandangan sejumlah pengamat maupun pendukung klub lain yang meragukan peluang Arsenal merebut trofi. Sebaliknya, pemain tim nasional Inggris itu menyebut situasi tersebut justru memberinya motivasi tambahan untuk membuktikan bahwa The Gunners layak bersaing di papan atas.
Menurut Rice, banyaknya orang yang tidak ingin melihat Arsenal menang menunjukkan bahwa timnya telah menjadi pesaing yang diperhitungkan. Ia menilai Arsenal melakukan sesuatu dengan benar sehingga dianggap sebagai ancaman nyata bagi rival-rivalnya dalam perebutan gelar juara.
Pernyataan itu muncul tidak lama setelah Arsenal meraih kemenangan 3-2 atas Tottenham Hotspur dalam derbi London utara. Hasil tersebut membuat Arsenal tetap memimpin persaingan di puncak klasemen menjelang laga-laga pamungkas musim.
Perburuan Gelar yang Ketat
Musim 2023/2024 menjadi salah satu musim paling ketat dalam sejarah Premier League. Persaingan gelar sempat melibatkan tiga tim sekaligus, yaitu Arsenal, Liverpool, dan Manchester City. Namun, memasuki pekan-pekan akhir, Liverpool mulai tertinggal, sehingga perebutan trofi menyisakan duel dua tim antara Arsenal dan City.
Puasa Gelar Dua Dekade
Bagi Arsenal, musim ini menjadi momentum untuk mengakhiri penantian panjang. Terakhir kali klub asal London utara itu meraih gelar juara liga Inggris adalah pada musim 2003/2004, ketika tim asuhan Arsene Wenger menuntaskan kompetisi tanpa terkalahkan dan dijuluki The Invincibles. Sejak saat itu, trofi liga selalu luput, meski Arsenal kerap tampil konsisten di papan atas.
Di bawah asuhan manajer Mikel Arteta, Arsenal menunjukkan perkembangan signifikan. Pada musim 2022/2023, mereka sempat memimpin klasemen dalam waktu lama sebelum akhirnya finis sebagai runner-up di belakang Manchester City. Pada musim berikutnya, performa serupa kembali ditunjukkan dengan skuad muda yang dihuni pemain-pemain seperti Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Declan Rice.
Kiprah Rice di Arsenal
Rice menjadi salah satu rekrutan terpenting Arsenal pada bursa transfer musim panas 2023. Ia diboyong dari West Ham United dengan nilai transfer yang memecahkan rekor klub. Sejak bergabung, pemain berusia 25 tahun itu langsung menjadi pilar lini tengah, baik dalam bertahan maupun membangun serangan.
Kunci Baru di Lini Tengah
Kedatangan Rice turut memperkuat daya saing Arsenal di papan atas. Kombinasinya dengan Martin Odegaard membuat lini tengah Arsenal lebih solid dalam menguasai pertandingan sekaligus lebih tangguh dalam meredam tekanan lawan. Konsistensinya sepanjang musim menjadikannya salah satu pemain kunci dalam skema permainan Arteta.
Sentimen Negatif Justru Memotivasi
Dalam beberapa pekan terakhir menjelang akhir musim, narasi perburuan gelar banyak diwarnai prediksi yang lebih memihak Manchester City. Sejumlah pengamat menilai pengalaman City dalam memenangi gelar secara beruntun menjadi faktor pembeda dibandingkan Arsenal yang lebih lama absen dari puncak klasemen.
Rice menilai pandangan semacam itu wajar, tetapi tidak memengaruhi fokus timnya. Ia justru menjadikan keraguan tersebut sebagai bahan bakar untuk tampil lebih maksimal di sisa musim. Menurutnya, tim yang ditakuti atau tidak disukai lawan biasanya merupakan tim yang sedang tampil dominan.
Sisa Laga Menentukan
Pada saat pernyataan itu mengemuka, Arsenal masih memiliki sejumlah laga krusial di akhir musim. Kemenangan demi kemenangan menjadi harga mati jika mereka ingin menjaga peluang di puncak klasemen, sementara Manchester City terus menekan dengan jadwal yang tidak kalah padat.
Hasil akhir musim memang belum berpihak pada Arsenal. Meski mampu memenangi seluruh laga sisa, Arsenal harus puas finis di posisi kedua setelah City menyapu bersih pertandingan tersisa dan keluar sebagai juara. Meski demikian, penampilan konsisten sepanjang musim dinilai menjadi modal berharga bagi Arsenal untuk bersaing pada musim-musim berikutnya.
Pelajaran untuk Musim Depan
Bagi Rice, kegagalan musim ini tidak menghapus optimisme. Ia menilai pengalaman bertarung hingga pekan terakhir akan membuat skuadnya semakin matang. Mentalitas untuk tetap tenang di tengah tekanan, termasuk tekanan dari luar lapangan, menjadi salah satu pelajaran utama yang dibawa tim ke musim baru.
Pernyataan Rice yang mengaku senang melihat banyak pihak tidak menyukai Arsenal menang, pada akhirnya menggambarkan satu hal: Arsenal telah kembali menjadi tim yang diperhitungkan dalam perburuan gelar. Bagi klub yang hampir dua dekade merindukan trofi liga, itu adalah perkembangan yang tidak bisa dianggap remeh.
Sumber: Sport.detik.com
Komentar (0)