18, 2026
Olahraga

Dari Liga Universitas ke Markas PBB, 2 Anak Muda Indonesia Bawa Cerita Sepak Bola ke New York

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dari Liga Universitas ke Markas PBB, 2 Anak Muda Indonesia Bawa Cerita Sepak Bola ke New York

Dunia sepak bola Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan, kali ini melalui dua anak muda yang berhasil membawa cerita sepak bola Indonesia ke panggung internasional. Mereka adalah Muhammad Fadli dan Siti Aisyah, dua mahasiswa Indonesia yang diberikan kesempatan untuk mempresentasikan inovasi mereka dalam menggunakan sepak bola sebagai alat pendidikan dan pembangunan sosial di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Kisah Perjalanan Menuju PBB

Muhammad Fadli, mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Indonesia, dan Siti Aisyah, mahasisya Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada, awalnya memulai perjalanan mereka melalui kompetisi sepak bola universitas tingkat nasional. Keduanya aktif bermain dalam tim sepak bola kampus masing-masing dan menyadari betapa besar potensi olahraga ini sebagai media untuk mengedukasi dan membawa perubahan positif.

"Saat bermain di Liga Universitas, saya melihat bagaimana sepak bola mampu mengikat berbagai kalangan, dari berbagai latar belakang. Itu yang membuat saya berpikir, apakah kita bisa memanfaatkan energi positif ini untuk sesuatu yang lebih besar," ujar Fadli saat dihubungi melalui telekonferensi dari New York.

Tergerak oleh visi tersebut, keduanya mendirikan program bernama "Bola Untuk Negeri" pada tahun 2022. Program ini menggabungkan pelatihan sepak bola dengan pendidikan karakter dan literasi dasar bagi anak-anak di daerah terpencil dan kelurahan-kelurahan di kota besar. Dalam waktu singkat, program mereka telah memberikan dampak positif kepada lebih dari 500 anak di berbagai wilayah Indonesia.

Rekognisi Internasional dan Kesempatan di PBB

Program "Bola Untuk Negeri" akhirnya menarik perhatian komunitas internasional. Pada Agustus 2023, mereka terpilih sebagai salah satu dari 10 inovasi sosial terbaik di dunia dalam ajang Global Youth Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh PBB dan UNICEF. Kemenangan ini membawa mereka ke New York untuk mempresentasikan program mereka dalam pertemuan tahunan Youth Forum di markas PBB.

"Kami tidak menyangka bisa sampai ke sini. Ini adalah penghargaan bukan hanya untuk kami, tetapi untuk semua anak muda Indonesia yang berinovasi untuk negeri," tambah Siti Aisyah yang juga menjabat sebagai ketua program "Bola Untuk Negeri".

Dalam presentasinya di PBB, keduanya menggambarkan bagaimana sepak bola telah menjadi alat yang efektif untuk mengatasi berbagai tantangan sosial. Melalui program mereka, mereka berhasil menurunkan anggota geng remaja di salah satu kelurahan Jakarta, meningkatkan partisipasi anak perempuan dalam olahraga, bahkan membantu beberapa anak menemukan bakat dalam sepak bola yang mengantarkan mereka ke sekolah sepak bola profesional.

Dampak dan Masa Depan "Bola Untuk Negeri"

Presentasi di PBB telah membuka banyak peluang baru bagi "Bola Untuk Negeri". Program mereka kini akan menjadi pilot project untuk program serupa di beberapa negara Asia Tenggara, dengan dukatan dari UNICEF dan federasi sepak bola setempat. Selain itu, mereka juga mendapat dukungan finansial dari beberapa perusahaan multinasional untuk mengembangkan program secara lebih luas.

Fadli menjelaskan bahwa rencana mereka ke depan adalah mengembangkan kurikulum yang lebih terstruktur yang menggabungkan sepak bola dengan berbagai mata pelajaran dasar. "Kami ingin membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya olahraga, tetapi juga kelas hidup yang mengajarkan disiplin, kerja sama, dan ketekunan," ujarnya.

Sementara itu, Siti berfokus pada aspek komunikasi dan advokasi. Ia berencana menggunakan pengalaman di PBB untuk membangun jaringan dengan organisasi serupa di seluruh dunia. "Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa anak muda Indonesia tidak hanya pandai dalam sepak bola di lapangan, tetapi juga kreatif dalam memanfaatkannya untuk pembangunan sosial," tambahnya.

Kehadiran Fadli dan Siti di PBB membuktikan bahwa potensi anak muda Indonesia tidak terbatas di bidang olahraga semata. Melalui inovasi dan dedikasi, mereka berhasil mengangkat citra Indonesia di panggung internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan sosial di negeri sendiri. Kisah mereka menginspirasi bahwa dengan ide yang matang dan kerja keras, anak muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter