Puluhan Penumpang di Bandara Lampung Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Puluhan penumpang di Bandara Internasional Raden Intan Lampung mengalami dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan beberapa penerbangan dibatalkan atau dialihkan pada Rabu (15/5/2024). Penumpang yang terjebak di bandara mengungkapkan kekhawatiran dan kebingungan mereka menghadapi situasi yang tidak terduga ini.
Situasi di Bandara Raden Intan
Sejak pagi hari, Bandara Internasional Raden Intan Lampung diguyur abu vulkanik tipis yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini membuat sejumlah penerbangan dari dan ke bandara ini terganggu. Menurut informasi dari pihak bandara, ada enam penerbangan yang dibatalkan dan empat penerbangan dialihkan ke bandara lain seperti Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Sultan Thaha Jambi.
Abu vulkanik yang menyelimuti landasan pacu membuat visi pilot terganggu, sehingga pendaratan dan lepas landang pesawat menjadi berisiko. "Kami sudah melakukan pengamatan sejak pukul 05.00 WIB dan menemukan partikel abu di landasan pacu. Untuk memastikan keselamatan, kami memutuskan untuk beberapa kali menunda operasional penerbangan," ujar Kepala Unit Operasional Bandara Raden Intan, Ahmad Fauzi.
Kisah Penumpang yang Terjebak
Rina Hartati (32), penumpang penerbangan Jakarta-Lampung mengaku kecewa karena penerbangannya yang seharusnya pukul 08.30 WIB dibatalkan. Ia harus menunggu di ruang tunggu tanpa informasi jelas kapan penerbangan bisa dilanjutkan.
"Saya sudah datang dari jam 06.00 WIB dan baru sekarang dikabarkan penerbangan saya bisa jadi sore ini. Saya punya agenda penting di Lampung dan khawatir akan terlambat," ujar Rina sambil menunjukkan tiket pesawat yang sudah kusut.
Sementara itu, Budi Santoso (45) penumpang penerbangan dari Palembang mengaku kebingungan karena penerbangannya dialihkan ke Bandara Sultan Thaha Jambi. Ia harus menunggu di bandara selama tiga jam sebelum akhirnya diizinkan transit ke Lampung.
"Saya tidak tahu harus ke mana sekarang. Kantor di Lampung sudah saya konfirmasi bahwa saya harus hadir, tapi transportasi dari Jambi ke Lampung tidak mudah. Saya berharap maskapai bisa membantu akomodasi," ujar Budi yang tampat frustasi.
Upaya Penanganan Pihak Bandara
Pihak bandara telah mempersiapkan ruang tunggu tambahan dan menyediakan makanan serta minuman untuk penumpang yang terjebak. Selain itu, tim medis juga standby untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat terhirup abu vulkanik.
Untuk mengatasi masalah abu vulkanik, pihak bandara telah melakukan penyemprotan air di landasan pacu untuk menurunkan konsentrasi abu. Selain itu, tim juga terus melakukan monitoring terhadap kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Rekomendasi Warga
Berdasarkan pantauan, warga di sekitar Bandara Raden Intan juga dianjurkan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah Daerah Provinsi Lampung juga telah meminta warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan abu dari Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau terus dipantau oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Erupsi terjadi dengan intensitas rendah hingga sedang dengan kolom abu setinggi 500-800 meter di atas puncak gunung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak bandara masih menunggu kondisi cuaca untuk memutuskan kapan operasional penerbangan bisa kembali normal. Penumpang diminta selalu memeriksa informasi terbaru melalui media sosial atau call center maskapai yang bersangkutan.
Komentar (0)