19, 2026
Nasional

Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dilengkapi Penutup untuk Cegah Abu Vulkanik

Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah memasang penutup khusus pada mesin pesawat yang sedang parkir untuk melindungi dari potensi bahaya abu vulkanik. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi erupsi gunung berapi yang dapat mengganggu operasional penerbangan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kepala Unit Pelaksana Bandara Soekarno-Hatta, Anggoro Dwiyanto, mengatakan bahwa penutup mesin pesawat atau yang dikenal sebagai engine inlet cover telah dipasang pada sejumlah pesawat yang sedang tidak beroperasi. "Penutup ini berfungsi untuk mencegah masuknya partikel-partikel asing, termasuk abu vulkanik, ke dalam mesin pesawat," ujar Anggoro pada Rabu (15/3).

Tindakan Preventif terhadap Bahaya Abu Vulkanik

Abu vulkanik merupakan ancaman serius bagi operasional penerbangan. Partikel-partikel keras yang terdapat dalam abu vulkanik dapat merusak komponen mesin pesawat, terutama pada bagian turbin. Selain itu, abu juga dapat menyebabkan kerusakan pada sistem hidrolik, elektronik, dan permukaan pesawat.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa bandara di Indonesia perlu ditutup sementara akibat aktivitas vulkanik. Salah satu contoh nyata adalah penutupan bandara di Bali pada 2017 akibat erupsi Gunung Agung. Situasi tersebut menyebabkan ribuan penumpang terdampak dan kerugian ekonomi yang signifikan.

Meskipun saat ini tidak ada aktivitas vulkanik yang signifikan di sekitar Jakarta, pihak manajemen bandara Soekarno-Hatta tetap melakukan berbagai langkah antisipatif. "Kami selalu waspada terhadap potensi bahaya vulkanik. Indonesia berada di Cincin Api Pasifik sehingga risiko erupsi gunung berapi selalu ada," jelas Anggoro.

Prosedur Perlindungan Pesawat dari Abu Vulkanik

Selain memasang penutup mesin, pihak bandara juga telah menyiapkan berbagai langkah preventif lainnya. Termasuk penyediaan ruang khusus untuk membersihkan pesawat yang terkena abu vulkanik, serta pelatihan bagi teknisi dan awak bandara mengenai prosedur penanganan pesawat dalam kondisi berbahaya akibat abu vulkanik.

"Kami juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk selalu memantau aktivitas gunung berapi di sekitar Jakarta. Jika ada indikasi erupsi, kami akan segera mengambil langkah-langkah preventif," tambah Anggoro.

Penutup mesin pesawat sendiri terbuat dari bahan khusus yang tahan terhadap suhu tinggi dan mampu menyaring partikel-partikel halus. Penutup ini dipasang dengan hati-hati oleh teknisi berpengalami untuk memastikan tidak ada bagian mesin yang tersisa terbuka.

Dampak Abu Vulkanik terhadap Keselamatan Penerbangan

Abu vulkanik dapat menyebabkan dampak serius bagi keselamatan penerbangan. Pada tahun 1980-an, sebuah pesawat Boeing 747 mengalami kegagalan mesin setelah terbang melalui awan abu vulkanik dari Gunung St. Helens di Amerika Serikat. Insiden tersebut menunjukkan betakah berbahayanya abu vulkanik bagi mesin pesawat.

Negara-negara dengan risiko vulkanik tinggi seperti Islandia, Jepang, dan Chili telah mengembangkan sistem peringatan dini dan prosedur perlindungan pesawat yang canggih. Indonesia sebagai negara dengan puluhan gunung berapi aktif juga perlu mengikuti langkah serupa.

"Keselamatan adalah prioritas utama kami. Dengan memasang penutup mesin, kami ingin memastikan bahwa pesawat tetap dalam kondisi aman dan siap untuk terbang kapan saja diperlukan," ujar Anggoro.

Peran Pent Industri Penerbangan dalam Menghadapi Risiko Vulkanik

Selain bandara, maskapai penerbangan juga perlu mempersiapkan diri menghadapi risiko vulkanik. Beberapa maskapai telah mengembangkan rencana darurat yang mencakup penundaan atau pembatalan penerbangan jika terjadi erupsi gunung berapi.

Asosiasi Maskapat Indonesia (INACA) juga telah mengeluarkan pedoman tentang cara menangani situasi darurat akibat abu vulkanik. Pedoman ini mencakup prosedur inspeksi pesawat setelah terkena abu, serta prosedur pembersihan pesawat yang aman.

Dengan berbagai langkah preventif yang telah diambil, pihak bandara Soekarno-Hatta berharap dapat meminimalkan risiko akibat abu vulkanik dan menjaga operasional penerbangan tetap lancar. "Kami terus berupaya untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bahaya, termasuk abu vulkanik," tutup Anggoro.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter