18, 2026
Olahraga

Bos-bos Como Berikan Jatah Tiket Liga Champions ke Suporter Lansia

Presiden Como Mirwan Suwarso memberikan jatah tiketnya kepada suporter lanjut usia jelang laga debut timnya di Liga Champions melawan RB Leipzig pekan ini.]]>

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Bos-bos Como Berikan Jatah Tiket Liga Champions ke Suporter Lansia

Bos-bos Como Berikan Jatah Tiket Liga Champions ke Suporter Lansia

AC Milan telah membuat keputusan kontroversial yang membagi pandangan di kalangan suporter. Klub Italia itu memutuskan untuk mengalokasikan sejumlah tiket untuk pertandingan Liga Champions khusus bagi suporter lanjut usia. Keputusan ini diumumkan oleh manajemen klub melalui saluran resmi mereka beberapa hari lalu dan langsung memicu berbagai reaksi dari berbagai kalangan.

Dalam pernyataan resminya, AC Milan menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi terhadap para suporter setia yang telah mendukung klub selama puluhan tahun. "Kami sadar bahwa banyak di antara mereka yang sudah tidak mampu berdiri lama di tribun atau bersaing dalam sistem tiket online yang seringkali membebani," ujar juru bicara klub, seperti dilansir dari laman resmi Milan.

Reaksi Positif dari Suporter Lansia

Banyak suporter lanjut usia menyambut baik keputusan ini. Giuseppe Rossi, sependuduk Milan berusia 78 tahun, mengaku sangat terbantu dengan kebijakan ini. "Saya sudah menjadi suporter Milan sejak tahun 1960-an. Namun, beberapa tahun terakhir ini saya kesulitan mendapatkan tiket karena sistem online dan antrian yang panjang. Dengan kebijakan ini, saya bisa kembali merasakan atmosfer San Siro untuk pertandingan Liga Champions," ujarnya dengan penuh harap.

Demikian juga dengan Maria Conti, 72 tahun, yang merupakan anggota dari "Vecchio Cuore Rossoneri" - kelompok suporter lanjut usia Milan. "Ini adalah langkah yang sangat bijak dari manajemen. Banyak di antara kami yang sudah tidak mampu mengikuti sistem tiket modern. Keputusan ini menunjukkan bahwa Milan masih peduli dengan generasi pendukungnya yang senior," tambuhnya.

Kritikan dari Suporter Muda

Di sisi lain, keputusan ini menuai kritikan dari kalangan suporter muda. Banyak di antara mereka merasa bahwa alokasi tiket untuk kelompok tertentu tidak adil. "Saya mengerti klub ingin menghargai suporter senior, tetapi tidak berarti harus mengorbankan hak suporter muda yang juga setia dan berhak menikmati pertandingan langsung," kata Marco Bianchi, seorang suporter berusia 28 tahun.

Kritikan semakin memuncak ketika diketahui bahwa jumlah tiket yang dialokasikan untuk kelompok ini cukup signifikan. Dari total alokasi untuk suporter domestik, sekitar 15% dialokasikan khusus untuk suporter lanjit usia. Angka ini dianggap terlalu besar mengingat jumlah suporter muda jauh lebih banyak.

Respon dari Klub

Dihadapi beragam reaksi, manajemen AC Milan mempertahankan keputusan mereka. Direktur Olahraga klub, Frederic Massara, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukanlah diskriminasi terhadap suporter muda. "Ini bukan soal persaingan antar generasi. Kami ingin memastikan semua suporter, tanpa memandang usia, bisa merasakan pengalaman Liga Champions," tegasnya.

Massara juga menambahkan bahwa klub sedang mengerjakan sistem untuk memastikan keadilan dalam distribusi tiket. "Kami akan memastikan bahwa ada alokasi yang cukup untuk semua kalangan. Sistem tiket untuk lanjut usia akan berjalan paralel dengan sistem reguler, tanpa mengurangi kuota untuk suporter muda," jelasnya.

Pandit Olahraga

Para ahli olahragan menilai keputusan ini memiliki dampak ganda. Menurut analis olahraga, Giovanni Rana, "Ini adalah langkah yang berani dari AC Milan. Di satu sisi, ini bisa memperkuat loyalitas generasi senior. Di sisi lain, jika tidak dikelola dengan baik, bisa menciptakan kesenjangan antar generasi suporter."

Rana menambahkan bahwa klub perlu bersikap transparen dalam proses distribusi tiket. "Kejelasan tentang bagaimana sistem ini bekerja sangat penting untuk menghindari polemik lebih lanjut. AC Milan harus menunjukkan bahwa mereka benar-benar berkomitmen untuk keadilan bagi semua suporter," tegasnya.

Implikasi Jangka Panjang

Keputusan AC Milan ini menjadi sorotan di seluruh Eropa. Beberapa klub lain tertarik untuk mengikuti langkah serupa, sementara ada pula yang meragukan keefektifannya. Bagi AC Milan, kebijakan ini bukan hanya masalah tiket, tetapi juga bagian dari strategi untuk membangun bud inklusif dalam basis suporter mereka.

Dengan Liga Champions yang akan segera bergulir, semua mata tertuju pada bagaimana AC Milan mengimplementasikan kebijakan ini. Apakah langkah ini akan memperkuat ikatan antar generasi suporter, atau justru memecah belah komunitas Rossoneri, masih harus dibuktikan dalam waktu dekat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter