19, 2026
Nasional

Bom Guncang Masjid saat Salat Jumat, 27 Orang Tewas-Ini Pelakunya

Serangan bom bunuh diri di masjid Kohat, Pakistan, menewaskan 27 orang, termasuk 15 polisi.]]>

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bom Guncang Masjid saat Salat Jumat, 27 Orang Tewas-Ini Pelakunya

Bom Guncang Masjid saat Salat Jumat, 27 Orang Tewas-Ini Pelakunya

Sebuah ledakan bom hebat mengguncang masjid di Peshawar, Pakistan, saat jemaah tengah melaksanakan salat Jumat. Insiden teror ini menewaskan setidaknya 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Ledakan yang diduga disengaja terjadi di dalam Masjid Qasim Ali Khan, sebuah masjid bersejarah yang terletak di area bersejarah Kota Tua Peshawar.

Menurut sumber kepolisian lokal, ledakan terjadi tepat saat imam sedang menyampaikan khotbah. Ledakan yang berasal dari dalam masjid ini mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka parah di antara jemaah yang sedang melaksanakan ibadah. Sejumlah jemaah terlihat tergeletak di lantai masjid dengan luka-luka serius sementara yang lain berusaha menyelamatkan diri dengan panik.

Kepala Kepolisian Wilayah Peshawar, Muhammad Ali Gandapur, mengonfirmasi insiden tersebut. "Kami mendapat laporan ledakan di dalam masjid. Tim kepolisian dan tim penyelamat telah diterjunkan ke lokasi," ujarnya. Gandapur menambahkan bahwa pihaknya masih menyelidiki motif dan pelaku di balik serangan ini.

Respons Instansi Penegak Hukum

Setelah ledakan, aparat kepolisian segera mengamankan lokasi dan memulai penyelidikan. Tim forensik diterjunkan untuk mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian. Sementara itu, tim medis pun dikerahkan untuk membantu evakuasi korban dan perawatan di rumah sakit terdekat.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rana Sanaullah, mengutuk serangan ini dalam sebuah pernyataan resmi. "Ini adalah aksi pengecut yang menargetkan warga sipil yang sedang melaksanakan ibadah. Pemerintah komited untuk menangkap para pelaku dan membawa mereka ke pengadilan," kata Sanaullah.

Insiden ini bukanlah kali pertama masjid di Pakistan menjadi sasaran serangan teror. Peshawar, sebagai ibu kota provinsi Khyber Pakhtunkhwa, sering menjadi sasaran kelompok ekstremis. Beberapa kelompok militan di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan telah menyatakan dukungan terhadap Taliban Afghanistan dan sering menyerapun target pemerintah dan warga sipil.

Korban dan Dampak Sosial

Rumah sakit Lady Reading Hospital di Peshawar digunakan untuk menangani korban serangan ini. Menurut keterangan rumah sakit, mereka menerima setidaknya 27 jenazah dan lebih dari 100 korban luka yang bervariasi ringan hingga parah. Beberapa korban dalam kondisi kritis dan memerlukan perawatan intensif.

Kepala Rumah Sakit Lady Reading, Dr. Muhammad Zahid, mengatakan bahwa rumah sakit dalam keadaan darurat. "Kami mengumumkan keadaan darurat untuk menghadapi lonjakan korban. Tim medis kami bekerja keras untuk menyelamatkan jiwa pasien," ujarnya.

Masyarakat setempat dan berbagai organisasi sosial segera merespons dengan memberikan bantuan darurat bagi korban dan keluarga mereka. Banyak warga Peshawar yang berkumpul di dekat lokasi kejadian untuk menyumbangkan darah dan memberikan dukungan moral.

Reaksi Internasional

Insiden ini mendapat respons keras dari berbagai negara dan organisasi internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk serangan ini dan menyatakan solidaritas dengan rakyat Pakistan. "Serangan terhadap tempat ibadah adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai universal hak asasi manusia," ucap juru bicara PBB.

Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa juga menyatakan kecaman mereka. "Kami mengecam keras serangan pengecut ini yang menargetkan warga sipir dalam ibadah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.

Sebuah kelompok militan lokal yang disebut Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka menyatakan bahwa serangan ini adalah balasan atas operasi keamanan yang dilakukan pemerintah Pakistan di wilayah perbatasan.

Konteks Keamanan di Pakistan

Pakistan telah berjuang melawan terorisme selama bertahun-tahun. Meskipun situasi keamanan telah membaik dalam beberapa tahun terakhir, serangan sporadis masih terjadi terutama di daerah perbatasan Afghanistan.

Pemerintah Pakistan telah mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan keamanan termasuk operasi militer di wilayah perbatasan dan upaya dialog dengan kelompok-kelompok separatis. Namun, tantangan keamanan tetap menjadi masalah serius bagi negara ini.

Menteri Dalam Negeri Pakistan menegaskan bahwa pemerintah akan terus melawan terorisme dengan tegas. "Kami tidak akan mengampuni siapa pun yang melanggar hukum dan membahayakan keamanan negara. Kami akan memperkuat upaya kita untuk menghancurkan jaringan teroris," tegasnya.

Prospek Penyelidikan

Penyelidikan mengenai serangan ini masih berlangsung. Pihak kepolisian sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar masjid dan mewawancara saksi mata untuk mengidentifikasi pelaku dan motif serangan.

Sementara itu, pemerintah Pakistan telah menambahkan pasukan keamanan di masjid-masjid besar dan tempat ibadah lainnya untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif setelah serangan di Peshawar.

Komunitas internasional telah menawarkan bantuan kepada Pakistan dalam melawan terorisme. PBB dan beberapa negara menyatakan kesiapan untuk berbagi informasi intelijen dan memberikan pelatihan kepada aparat keamanan Pakistan.

Insiden di Peshawar ini menunjukkan bahwa ancaman terorisme masih menjadi tantangan besar bagi Pakistan dan negara-negara lain di dunia. Komitmen global dalam melawan ekstremisme dan terorisme tetap menjadi kunci untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter