17, 2026
Nasional

BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Lagi Terdeteksi di Wilayah RI

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Lagi Terdeteksi di Wilayah RI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak lagi terdeteksi di wilayah Indonesia. Pernyataan ini disampaikan setelah monitoring intensif selama beberapa waktu menunjukkan tidak adanya partikel abu vulkanik yang menyebar ke wilayah udara Indonesia.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Gempa Bumi (PVMBG) BMKG, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau saat ini telah menurun secara signifikan. "Sejak minggu terakhir, kita tidak lagi mendeteksi adanya sebaran abu vulkanik dari Anak Krakatau yang mencapai wilayah udara Indonesia," ujar Hendra dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/9).

Monitoring Aktivitas Vulkanik

BMKG bersama PVMBG terus melakukan monitoring terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau setelah letusan terbesar terjadi pada pertengahan September 2022. Monitoring dilakukan melalui berbagai stasiun pengamatan yang tersebar di sekitak wilayah Selat Sunda, termasuk perubahan visual, getaran gempa vulkanik, deformasi permukaan, dan konsentrasi gas sulfur dioksida (SO2).

Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau saat ini berada pada level normal. "Indeks aktivitas vulkanik Anak Krakatau saat ini berada pada level I (normal) dengan status waspada. Artinya, gunung tersebut tidak menunjukkan aktivitas yang mengkhawatirkan namun tetap perlu diwaspadai," jelas Hendra.

Tidak Ada Bahaya untuk Penerbangan

Berdasarkan hasil monitoring, BMKG menyatakan bahwa saat ini tidak ada larangan penerbangan akibat abu vulkanik di wilayah Indonesia. "Kondisi udara di sekitak wilayah Selat Sunda dan rute penerbangan utama saat ini aman untuk dilintasi pesawat terbang. Tidak ada laporan adanya gangguan akibat abu vulkanik," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BMKG, Adam Dirul.

Maskapai penerbangan di Indonesia telah diberitahukan tentang kondisi ini sehingga dapat merencanakan jadwal penerbangan dengan normal. Namun, BMKG tetap meminta pihak maskapai untuk tetap waspada dan selalu memantau informasi terbaru dari pihak berwenang.

Sejarah Aktivitas Anak Krakatau

Anak Krakatau telah menjadi sorotan sejak letusan besar terjadi pada 22 Desember 2018 yang mengakibatkan tsunami dan menewaskan ratusan orang. Sejak kejadian tersebut, aktivitas vulkanik gunung ini terus dipantau secara intensif.

Pada September 2022, Anak Krakatau mengalami serangkaian letusan yang lebih intens dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak gunung. Letusan tersebut menyebabkan sebaran abu vulkanik ke beberapa wilayah di Lampung dan Banten.

Setelah letusan tersebut, BMKG meningkatkan status Anak Krakatau menjadi level II (waspada) dan meminta masyarakat yang tinggal di sekitak wilayah pesisir Selat Sunda untuk tetap waspada terhadap potensi tsunami yang dapat disebabkan oleh letusan gunung tersebut.

Upaya Mitasi dan Edukasi Masyarakat

Pemerintah bersama BMKG terus melakukan berbagai upaya mitigasi bencana gunung api di sekitak Anak Krakatau. Upaya tersebut meliputi pemantauan intensif, penyediaan posko darurat, hingga edukasi bagi masyarakat tentang bahaya gunung api.

Kondisi Masyarakat Sekitar

Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau sekitak Anak Krakatau seperti Rakata, Sertung, dan Panjang, serta di wilayah pesisir Lampung dan Banten, diminta untuk tetap waspada meskipun aktivitas gunung saat ini telah menurun.

Dengan kondisi aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang saat ini telah menurun, BMKG berharap masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tetap memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter