01, 2026
Ekonomi

Bank Mandiri Salurkan Bantuan Kesehatan pada 28.000 Korban Kabut Asap

Bank Mandiri memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak kabut asap di Sumatra dan Kalimantan, termasuk perlengkapan kesehatan dan pemeriksaan pernapasan.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bank Mandiri Salurkan Bantuan Kesehatan pada 28.000 Korban Kabut Asap

Bank Mandiri Salurkan Bantuan Kesehatan pada 28.000 Korban Kabut Asap

Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia telah menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Menanggapi kondisi ini, Bank Mandiri melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) turun tangan membantu korban yang terdampak. Bank milik negara ini telah menyalurkan bantuan kesehatan kepada sekitar 28.000 korban kabut asap di berbagai wilayah yang terkena dampak.

Bantuan kesehatan yang disalurkan Bank Mandiri ini mencakup berbagai bentuk dukungan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Beberapa bentuk bantuan yang telah disalurkan antara lain penyediaan masker kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, serta pelayanan kesehatan bergerak. Selain itu, Bank Mandiri juga mendukung penyediaan fasilitas kesehatan darurat seperti tenda kesehatan dan puskesmas yang beroperasi 24 jam untuk menangani pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

Dampak Kabut Asap Terhadap Kesehatan Masyarakat

Kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah menjadi masalah lingkungan yang berulang setiap tahun di Indonesia. Partikel-partikel halus dalam kabut asap mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang sudah menderita penyakit kronis.

Dampak kesehatan yang ditimbulkan antara lain iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk-batuk, sesak napas, hingga gangguan pernafasan yang lebih serius seperti asma, bronchitis, dan infeksi paru-paru. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, selama musim kabut asap, jumlah pasien dengan keluhan gangguan pernafasan biasanya meningkat hingga 30-50% dibandingkan kondisi normal.

Respons Bank Mandiri

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, Bank Mandiri merasa perlu turut serta membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Melalui program "Peduli Bumi, Peduli Manusia", bank ini mengalokasikan dana CSR khusus untuk penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap.

"Kami sadar bahwa kabut asap ini tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi sehari-hari. Melalui bantuan ini, kami ingin meringat beban yang dialami masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian kesehatan," ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar dalam keterangannya.

Bantuan ini disalurkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Rumah Sakit dan Puskesmas di wilayah terdampak. Bank Mandiri juga melibatkan karyawan sebagai relawan dalam pendistribusian bantuan dan penyediaan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Program Jangka Panjang

Selain bantuan darurat, Bank Mandiri juga membangun program jangka panjang untuk mengatasi masalah kabut asak secara menyeluruh. Program ini meliputi peningkatan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, dukungan terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan di sekitar hutan.

"Kami percaya bahwa solusi untuk masalah kabut asap harus bersifat komprehensif, mulai dari penanganan darurat hingga upaya pencegahan jangka panjang. Melalui berbagai program ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan untuk generasi mendatang," tambah Royke.

Penyaluran bantuan kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam mendukung program pemerintah dalam penanganan dampak bencana alam, termasuk kabut asap. Bank ini terus memantau perkembangan situasi dan siap menambah bantuan jika diperlukan guna membantu masyarakat terdampak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter