19, 2026
Olahraga

Area Sabana Dekat Bukit Teletubbies Bromo Kebakaran

Kebakaran hutan terjadi tepatnya di Blok Pengol dekat Bukit Teletubbies kawasan Bromo. Petugas langsung ke lokasi melakukan penanganan.]]>

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Area Sabana Dekat Bukit Teletubbies Bromo Kebakaran

Area Sabana Dekat Bukit Teletubbies Bromo Kebakaran

Area wisata Sabana yang berada di dekat Bukit Teletubbies Bromo, Jawa Timur, dilaporkan terbakar pada Rabu (15/3) siang. Kebakaran yang diduga berasal dari aktivitas manusia ini menghanguskan sebagian vegetasi di kawasan wisata tersebut. Tim SAR dan petugas pemadam kebakaran diterjunkan untuk membantu memadamkan api yang mulai meluas.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Budi Santoso, mengatakan bahwa kebakaran terdeteksi sekiti pukul 13.30 WIB. Api pertama kali muncul di sebelah timur kawasan wisata Sabana dan dengan cepat menjalar ke arah utara karena diterpa angin kering yang bertiup kencang.

"Tim kami sudah berada di lokasi sejak pukul 14.00 WIB bersama petugas dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan petugas pemadam kebakaran dari pemerintah kabupaten. Saat ini kondisi api sudah mulai dikuasai meskipun masih ada beberapa titik api yang masih menyala," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (16/3).

Kerusakan Lingkungan

Kebakaran yang terjadi selama sekitar empat jam ini mengakibatkan kerusakan pada sekitar 5 hektare area vegetasi. Area yang terbakar mayoritas terdiri dari rumput alang-alang dan semak belukar yang kering. Beberapa pohon pinus yang sudah tua juga ikut terbakar dan tumbang menutupi jalur akses menuju lokasi wisata.

"Kita masih melakukan pendataan kerusakan yang pasti. Namun perkiraan awal sekitar 5 hektare area terbakar. Ini adalah kerugian bagi kawasan wisata Bromo yang menjadi andalan pariwisata di Jawa Timur," tambah Budi.

Petugas TNBTS mengkhawatirkan dampak kebakaran terhadap habitat flora dan fauna di kawasan tersebut. Meskipun belum ditemukan korban hewan akibat kebakaran, beberapa satwa liar seperti kijang dan burung tekukur yang biasa menghuni kawasan tersebut sempat terlihat mengungsi saat kejadian.

Penyebab Kebakaran

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga akibat kelalaian pengunjung yang membawa korek api atau rokok. Saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki lebih lanjut untuk menentukan secara pasti penyebab terjadinya kebakaran.

"Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi mata dan pengelola wisata. Beberapa saksi melihat ada asap yang muncul dari arah area parkir pengunjung yang biasa digunakan untuk berkemah. Kemungkinan besar karena pembakaran sampah atau rokok yang dibuang sembarangan," jelas Kepala TNBTS, Hendro Budi Wibowo.

Kawasan Bromo Tengger Semeru memang rentan terhadap kebakaran, terutama pada musim kemarau. Suhu udara yang tinggi dan minimnya curah hujan membuat vegetasi di kawasan tersebut mudah terbakar.

Langkah Pencegahan

Menindaklanjuti kejadian ini, pemerintah daerah bersama TNBTS akan menggenjot program pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Beberapa langkah yang akan diambil antara lain penyediaan petugas pemantauan di titik-titik rawan kebakaran, pemasangan tanda larang membawa api, dan sosialisasi kepada pengunjung tentang aturan berwisata di kawasan tersebut.

"Kami akan meningkatkan patroli di sekitar kawasan wisata Bromo. Selain itu, akan kami pasang tanda-tanda peringatan tentang larangan membuka api di sekitar area vegetasi. Pengunjung juga akan diimbau untuk tidak membawa korek api atau rokok saat berkunjung," ujar Hendro.

Pihak pengelola wisata juga akan mengevaluasi sistem pengamanan yang ada. Mereka berencana untuk menambah jumlah petugas keamanan dan memastikan semua pengunjung mengetahui aturan berlaku sebelum memasuki area wisata.

Respon Pengunjung

Kebakaran ini membuat beberapa pengunjung yang sedang berwisata di lokasi panik. Mereka dievakuasi oleh petugas keamanan ke area yang lebih aman. Seorang wisatawan asal Jakarta, Rina, mengaku shock melihat api yang dengan cepat menjalar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Ahmad Fauzi, meminta maaf kepada pengunjung atas kejadian ini. Ia menjamin pihaknya akan melakukan segala upaya untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kami akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan keamanan wisatawan dan kelestarian lingkungan di Bromo. Ini adalah pengalaman berharga bagi kami untuk meningkatkan sistem pengamanan di kawasan wisata," pungkas Ahmad.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter