18, 2026
Nasional

Area Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Diperluas, KRI Dikerahkan

Pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Gunung Anak Krakatau memasuki hari ke-4, dengan enam kapal dikerahkan untuk memperluas area pencarian.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Area Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Diperluas, KRI Dikerahkan

Area Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Diperluas, KRI Dikerahkan

Operasi pencarian jurnalis yang hilang di perairan Anak Krakatau diperluas dengan pengerahan KRI Rigel-933. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan enam jurnalis yang dilaporkan tenggelam saat meliput aktivitas gunung berapi tersebut pada Sabtu (15/7) lalu. Kondisi cuaca yang masih tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian yang memasuki hari ketiga ini.

Enam jurnalis dari berbagai media massa dilaporkan tenggelam saat kapal mereka, KM Sabuk Nusantara, terbalik di perairan dekat Anak Krakatau. Kapal tersebut membawa 12 orang, terdiri dari 6 awak kapal dan 6 jurnalis. Enam awak kapal berhasil diselamatkan, sedangkan keenam jurnalis masih dalam status hilang sejak kejadian tersebut.

Penjelasan Kepala Basarnas

Kepala Basarnas, Marsda TNI (Purn) Muhammad Syaugi, menjelaskan bahwa area pencarian telah diperluas hingga radius 30 mil dari titik kejadian. "Kita sudah mengerahkan KRI Rigel-933 untuk membantu operasi pencarian. Kapal perang ini memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendeteksi objek di bawah laut," ujar Syaugi dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (16/7).

Syaugi menambahkan bahwa tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan cuaca sebelum memutuskan untuk melanjutkan operasi. "Kondisi cuaca masih ekstrem dengan gelombang setinggi 3-4 meter. Namun, kita tetap berusaha melakukan pencarian meskipun dengan risiko yang ada," jelasnya.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan dari awak kapal yang berhasil diselamatkan, KM Sabuk Nusantara tenggelam secara tiba-tiba saat akan mendekati Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung berapi. "Tiba-tiba ada ombak besar yang datang secara mendadak. Kapal terbalik dalam hitungan menit," ujar salah seorang awak kapal yang enggan disebutkan namanya.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB pada Sabtu (15/7). Enam awak kapal berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke laut dan menunggu bantuan di perairan dekat. Sementara itu, keenam jurnalis yang berada di dalam kapal saat itu tidak terlihat lagi.

Kondisi Anak Krakatau

Anak Krakatau, yang lahir letusan gunung Krakatau pada 1883, dikenal aktivitasnya yang tidak menentu. BMKG mencatat aktivitas vulkanik Anak Krakatau dalam kondsi waspada dengan tingkat aktivitas II (Waspada). Pihak berwenang telah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menjaga jarak minimal 2 kilometer dari puncak gunung berapi.

"Aktivitas Anak Krakatau memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kita mendeteksi adanya gempa vulkanik kecil dan erupsi frekuensial yang mencapai ketinggian 500-800 meter dari puncak," jelas Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Gempa Bumi (PVMBG), Hendra Gunawan.

Respons Pemerintah dan Media

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan pemerintah akan memberikan bantuan penuh bagi keluarga korban dan tim pencarian. "Kita berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan operasi pencarian berjalan maksimal. Kami juga akan memberikan dukungan psikis kepada keluarga korban," ujar Johnny.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut dan menyerahkan seluruh proses pencarian kepada tim SAR profesional. "AJI mengimbau rekan-rekan jurnalis untuk selalu memprioritaskan keselamatan saat meliput di area berisiko tinggi," kata Ketua Umum AJI, Abdul Manan.

Sejauh ini, operasi pencarian masih berlangsung dengan menerjunkan dua kapal patroli TNI AL, satu kapal dari Basarnas, dan satu kapal dari Polri. Tim SAR juga menggunakan alat deteksi bawah air untuk mempercepat proses pencarian.

Kelima korban yang telah ditemukan selain enam awak kapal yang diselamatkan sebelumnya, hingga kini masih dalam proses identifikasi di RSUD Labuhan, Lampung. Pihak berwenang masih terus berkoordinasi untuk memastikan semua pihak terlibat dalam operasi pencarian ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter