18, 2026
Nasional

Anak Krakatau Erupsi Lagi Malam Ini, Status Level III

Gunung Anak Krakatau erupsi lagi pada 6 September 2026, dengan status Siaga.]]>

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Anak Krakatau Erupsi Lagi Malam Ini, Status Level III

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status dinaikan ke Level III

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada malam ini, membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menaikkan status gunung menjadi Level III atau Siaga. Erupsi ini terjadi pada pukul 21.15 WIB dengan durasi sekitar 15 menit dan disertai letusan guguran material vulkanik setinggi 500-800 meter di atas puncak gunung.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) Hanum kepada wartanya mengatakan bahwa erupsi ini merupakan erupsi vulkanik tipe freatic yang disertai dengan guguran material vulkanik. "Amatilah perkembangan aktivitas Anak Krakatau karena aktivitas vulkanik masih bisa meningkat sewaktu-waktu," ujar Hanum.

Aktivitas Vulkanik Meningkat

Sejak erupsi terjadi, PVMBG telah mengamati adanya peningkatan aktivitas seismik Anak Krakatau. Pada 24 jam terakhir, tercatat 141 kali gempa tektonik dangkal, 267 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa getek, dan 2 kali guguran. Frekuensi gempa vulkanik ini menunjukkan adanya aktivitas magma di dalam gunung.

Hasil analisis visual dan instrumen menunjukkan bahwa aktivitas erupsi Anak Krakatau terus meningkat. Debit lava yang keluar dari kawah juga terus bertambah sejak seminggu terakhir. PVMBG mencatat bahwa kolom abu erupsi dapat mencapai ketinggian 800-1.000 meter dari puncak gunung.

Warga Diminta Waspada

Dengan dinaikkannya status gunung menjadi Siaga, pemerintah setempat telah meminta warga sekitar gunung untuk tetap waspada. Warga di sekitar Selat Sunda dianjurkan tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai yang berjarak kurang dari 3 kilometer dari puncak gunung.

Kepala BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Eko Prasetyo, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi. "Kami sudah siapkan posko darurat di beberapa titik dan meminta warga untuk selalu memantau informasi resmi dari pemerintah," ujarnya.

Warga di Pulau Rakata, Pulau Sebesi, dan Pulau Panjang juga diminta waspa akan potensi tsunami yang mungkin terjadi akibat guguran material gunung. "Meskipun kemungkinan tsunami kecil, kami tetap meminta warga untuk tidak mendekati pantai jika terjadi guguran material," tambah Eko.

Sejarah Erupsi Anak Krakatau

Anak Krakatau merupakan gunung berapi aktif yang lahir dari letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Letusan tersebut diperkirakan mengeluarkan energi setara 13.000 bom atom dan mengakibatkan tsunami yang menewaskan lebih dari 36.000 orang.

Sejak lahirnya, Anak Krakatau terus mengalami aktivitas vulkanik. Pada tahun 2018, gunung ini mengalami erupsi besar yang mengakibatkan tsunami dan menewaskan sekitar 430 orang. Erupsi tersebut disebabkan guguran sebagian bagian tubuh gunung yang masuk ke laut.

Setelah insiden tersebut, PVMBG terus memantau aktivitas Anak Krakatau secara rutin. Gunung ini sempat turun statusnya menjadi Level II pada tahun 2019 setelah aktivitas vulkanik menurun. Namun, sejak beberapa bulan terakhir, aktivitasnya kembali meningkat.

Upaya Mitigasi Bencana

Pemerintah bersama PVMBG dan BPBD telah melakukan berbagai upaya mitigasi bencana untuk mengurangi dampak potensi erupsi Anak Krakatau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemantauan aktivitas gunung 24 jam nonstop.

Selain itu, pemerintah juga telah melakukan simulasi evakuasi di sekitar gunung guna mempersiapkan warga jika terjadi erupsi besar. "Kami juga menyediakan masker untuk warga di sekitar gunung guna melindungi dari abu vulkanik," ujar Kepala BPDK Banten, Ahmad Yani.

Pihak berwenang juga telah mempersiapkan beberapa tempat pengungsian siaga jika diperlukan. Tempat pengungsian ini telah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti tenda, makanan, dan obat-obatan.

Masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas Anak Krakatau. Informasi resmi mengenai status gunung akan terus diperbarui oleh PVMBG dan pemerintah setempat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter