17, 2026
Nasional

Aljazair dan UEA Resmi Putus Hubungan, Ternyata Ini Alasannya

Aljazair dan UEA resmi putus hubungan, rupanya alasannya ini]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Aljazair dan UEA Resmi Putus Hubungan, Ternyata Ini Alasannya

Aljazair dan UEA Resmi Memutus Hubungan Diplomatik

Aljazair secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu (2/8/2023). Keputusan tersebut diambil setelah berbulan-bulu meningkatnya ketegangan antara kedua negara, terutama terkait posisi masing-masing dalam isu-isu regional dan dukungan terhadap faksi-faksi yang berbeda dalam konflik di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Aljazair, Ahmed Attaf, menyatakan dalam konferensi pers bahwa negaranya telah memutus hubungan diplomatik dengan UEA karena "tindakan-tindakan yang tidak dapat diterima yang bertentangan dengan kepentingan bangsa Aljazair dan stabilitas regional." Attaf menambahkan bahwa semua perwakilan diplomatik Aljazair di UEA telah ditarik kembali, dan UEA diminta untuk melakukan hal yang sama.

Latar Belakang Ketegangan

Hubungan antara Aljazair dan UEA telah memburuk selama beberapa tahun terakhir, dengan beberapa insiden yang memperdalam kesalahpahaman. Salah satu pemicu utama adalah peran UEA dalam mendukung pemerintah Mesir setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi pada 2013, sementara Aljazair menunjukkan sikap lebih kritis terhadap perubahan tersebut.

Isu lain yang memperburuk hubungan adalah posisi berbeda mengenai konflik di Libya. Aljazair mendukung pemerintah nasional yang diakui secara internasional di Tripoli, sementara UEA diduga mendukung Khalifa Haftar, panglima militer yang mengendalikan sebagian besar Libya timur dan selatan. Dukungan UEA terhadap Haftar dianggap oleh Aljazair sebagai campur tangan dalam urusan internal Libya.

Konflik regional lainnya yang mempengaruhi hubungan adalah krisis Teluk pada 2017, di mana Aljazair mendukung Qatar, sementara UEA termasuk dalam koalisi negara-negara Arab yang memutus hubungan dengan Qatar. Meskipun beberapa negara seperti Arab Saudi telah memulihkan hubungan dengan Qatar, hubungan antara Aljazair dan UEA tetap tegang.

Reaksi dari Pihak Terkait

UEA belum secara resmi mengumumkan respons terhadap keputusan Aljazair, namun sumber-sumber diplomatik melaporkan bahwa Dubai sedang mempertimbangkan langkah-langkah serupa. Seorang pejabat senior pemerintah UEA yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa "UEA prihatin dengan keputusan Aljazair, tetapi menghormati kedaulatan negara tersebut dalam membuat keputusan kebijakan luar negeri."

Masyarakat internasional telah bereaksi dengan beragam terhadap pemutusan hubungan ini. Uni Eropa menyatakan keprihatinannya dan menyerukan dialog antara kedua negara. "Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mencari cara untuk menormalkan hubungan," kata seorang juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell.

Sementara itu, Turki yang telah memperkuat hubungannya dengan Qatar dan mengkritik kebijakan UEA di Timur Tengah, menyambut baik keputusan Aljazair. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa "keputusan Aljazair mencerminkan prinsip-prinsip kebijakan luar negeri yang konsisten dengan kepentingan bangsa Arab dan stabilitas regional."

Dampak Regional

Pemutusan hubungan diplomatik antara Aljazair dan UEA dianggap sebagai pengembangan signifikan dalam dinamika politik Timur Tengah dan Afrika Utara. Aljazair, sebagai negara terbesar di Afrika dan anggota penting Uni Afrika, sering kali mengambil posisi yang berbeda dengan negara-negara Teluk dalam isu-isu regional.

Analis politik menyoroti bahwa pemutusan hubungan ini dapat mempengaruhi stabilitas di kawasan Sahara dan Sahel, di mana kedua negara memiliki kepentingan strategis. Aljazair telah menjadi aktor kunci dalam upaya penyelesaian konflik di Mali, Niger, dan Burkina Faso, sementara UEA telah meningkatkan pengaruhnya melalui investasi dan operasi keamanan di wilayah tersebut.

Dalam jangka panjang, keputusan ini mungkin mempengaruhi hubungan ekonomi antara kedua negara. UEA adalah salah satu investor asing terbesar di Aljazair, terutama dalam sektor energi dan real estat. Para analis ekonomi memperkirakan bahwa pemutusan hubungan diplomatik dapat menghambat proyek-proyek investasi yang sedang berlangsung dan mencegah investasi baru di masa depan.

Sementara itu, negara-negara tetangga seperti Tunisia, Maroko, dan Mesir mungkin akan mencoba memediasi antara kedua pihak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Tunisia, yang memiliki hubungan baik dengan Aljazair dan UEA, telah menawarkan diri sebagai penengah dalam dialog antara kedua negara.

Para diplomat mengatakan bahwa pemulihan hubungan antara Aljazair dan UEA akan membutuhkan waktu dan upaya yang signifikan, terutama karena isu-isu yang memisahkan kedua negara bersifat fundamental dan berkaitan dengan pandangan yang berbeda mengenai tatanan regional di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter