17, 2026
Olahraga

Alasan Timnas Esports Tak Jadi Ikut Martial Arts Asian Games 2026

Manager Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo, mengungkapkan alasan timnas tidak jadi memberangkatkan atlet Martial Arts ke Asian Games 2026.]]>

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Alasan Timnas Esports Tak Jadi Ikut Martial Arts Asian Games 2026

Timnas Esports Batal Ikut Asian Games 2026, Ini Alasan Resminya

Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa tim nasional esports tidak akan berpartisipasi dalam ajang Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Aichi dan Nagoya, Jepang. Keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi mendalam oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Meski awalnya menjadi sorotan karena potensi debut esports sebagai cabang olahraga eksibisi, kini timnas harus menunda ambisinya untuk meraih medali di panggung internasional.

Evaluasi Kesiapan Timnas Esports

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Esports Esports Indonesia (ESI), Dany Tegar, keputusan untuk tidak mengirimkan timnas ke Asian Games 2026 didasarkan pada evaluasi kesiapan tim yang belum memenuhi standar internasional. "Setelah melalui serangkaian asesmen teknis dan taktis, kami menyadari bahwa persiapan para atlet esports kita masih memerlukan waktu lebih untuk dapat bersaing di level Asia," ujar Dary dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (15/6).

Evaluasi tersebut meliputi penilaian performa tim dalam berbagai turnamen internasional selama satu tahun terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa tim nasional di berbagai game seperti Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, dan Dota 2 belum mampu menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan untuk bersaing dengan negara-negara pesaing seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.

Isu Anggaran dan Pembinaan Jangka Panjang

Selain kesiapan atlet, isu anggaran juga menjadi pertimbangan utama dalam keputusan ini. Kemenpora menyatakan bahwa alokasi dana untuk pembinaan esports memerlukan perencanaan jangka panjang yang lebih matang. "Kita perlu mengalokasikan anggaran secara lebih efektif untuk pembinaan grassroots, akademi, dan program jangka panjang daripada fokus pada satu ajang seperti Asian Games," jelas Sekretaris Jenderal Kemenpora, Gatot S. Dewabroto.

Menurutnya, kehadiran esports sebagai cabang eksibasi di Asian Games 2026 seharusnya menjadi momentum untuk membangun fondasi yang kuat bagi esports di Indonesia, bukan sekadar target untuk meraih prestasi di satu ajang saja. "Kita harus memastikan bahwa infrastruktur dan sistem pembinaan yang kita bangun akan berkelanjutan dan menghasilkan atlet-atlet berkualitas di masa depan," tambahnya.

Reaksi Komunitas dan Industri Esports

Keputusan ini tentu saja mendapat beragam respons dari komunitas esports Indonesia. Beberapa pihak menganggap keputusan ini wajar demi menjaga citra esports sebagai cabang olahraga yang serius. "Saya setuju dengan keputusan ini. Lebih baik menunda dan mempersiapkan diri dengan matang daripada terburu-buru dan gagal di panggung internasional," ujar Aldi Rizki, seorang mantan pemain profesional yang kini menjadi pelatih.

Di sisi lain, ada juga yang kecewa dengan keputusan ini, terutama bagi para atlet yang telah bersiap selama ini. "Saya memahami alasan teknis dan strategis di balik keputusan ini, tapi ini tentu menjadi kekecewaan bagi kami yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan diri," kata captain tim Mobile Legends Indonesia, Leo.

Strategi Jangka Panjang Esports Indonesia

Menyikapi keputusan ini, ESI bersama KONI telah merumuskan strategi jangka panjang untuk mengembangkan esports di Indonesia. Rencana ini meliputi pembentukan akademi nasional, intensifikasi program pembinaan daerah, serta peningkatan kualitas kompetisi domestik. "Kita akan fokus membangun sistem yang komprehensif mulai dari tingkat junior hingga senior. Asian Games 2030 bisa menjadi target yang lebih realistis bagi kita," jelas Dary Tegar.

Strategi ini juga melibatkan sinergi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan industri permainan video untuk menciptakan ekosistem esports yang sehat dan berkelanjutan. "Esports bukan hanya tentang kompetisi, tapi juga tentang industri kreatif dan ekonomi digital yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi negara," tambahnya.

Peran Asian Games 2026 sebagai Pembelajaran

Meskipun tidak berpartisipasi, Asian Games 2026 tetap akan menjadi ajang penting bagi esports Indonesia sebagai pembelahan strategis. ESI berencana mengirimkan pengamat untuk mempelajari sistem dan standar yang diterapkan negara-negara pesaing. "Kita akan belajar dari persiapan mereka, cara mereka membangun tim, dan bagaimana mereka mengelola atlet. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk perencanaan jangka panjang kita," tutup Dary Tegar.

Dengan keputusan ini, harapan adalah bahwa esports Indonesia dapat berkembang dengan lebih matang dan siap bersaing di panggung internasional di masa depan. Keputusan untuk tidak berpartisipasi di Asian Games 2026 bukanlah akhir dari perjalanan esports Indonesia, melainkan langkah strategis menuju prestasi yang lebih berarti di kemudian hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter