17, 2026
Nasional

Abu Anak Krakatau Masih Menyebar, Ini Wilayah Terdampak Senin 7 September

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar pada Senin (7/9/2026) pagi. Pembaruan BBMKG Wilayah II menunjukkan abu bergerak ke arah berbeda.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Abu Anak Krakatau Masih Menyebar, Ini Wilayah Terdampak Senin 7 September

Abu Anak Krakatau Masih Menyebar, Ini Wilayah Terdampak

Abu vulkanik yang berasal dari Anak Krakatau terus menyebar ke sejumlah wilayah di Provinsi Banten dan Lampung. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terus berlanjut sejak akhir Agustus lalu mengakibatkan hujan abu yang terjadi secara teratur di sekitar kawak selat Sunda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Krakatau mencatat, hingga Senin 7 September, arah angin yang dominan membawa abu vulkanik menuju barat daya dan barat laut. Wilayah yang terdampak langsung oleh hujan abu antara lain Pulau Sumatera, Pulau Sebuku, Pulau Panaitan, serta sebagian wilayah Selat Sunda.

Dampak Hujan Abu di Wilayah Terdampak

Hujan abu dari Anak Krakatau mulai teramati di beberapa wilayah pesisir Banten dan Lampung sejak Sabtu (5/9). Aktivitas ini terus berlanjut hingga Senin (7/9) dengan intensitas yang bervariasi. Warga di wilayah terdampak melaporkan adanya endapan abu tipis di permukaan tanah, kendaraan, serta bangunan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Agung Rahardjo mengatakan, hingga saat ini aktivitas Anak Krakatau masih dalam status waspada. "Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara real-time," ujarnya.

Petugas Siaga di Wilayah Terdampak

Tim SAR dari Basarnas dan BPBD telah ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar Selat Sunda untuk siaga membantu warga terdampak. Selain itu, tim kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat hirupan abu vulkanik.

"Kami telah mempersiapkan masker kesehatan untuk warga terdampak. Selain itu, kami juga mengimbau warga untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan," jelas Kepala BPBD Lampung, Herry Zudianto.

Kegiatan Pariwisata Terdampak

Penyebaran abu vulkanik juga berdampak pada kegiatan pariwisata di sekitar Selat Sunda. Beberapa wisatawan yang rencananya berkunjung ke Pulau Krakatau dan sekitarnya membatalkan rencana mereka karena khawatir terkena dampak abu vulkanik.

"Sejumlah wisatawan dari luar daerah memilih untuk menunda atau membatalkan rencana berwisata ke Pulau Krakatau. Meskipun aktivitas wisata masih berjalan, namun jumlah pengunjung menurun signifikan," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Banten dan Lampung telah mengambil sejumlah langkah antisipatif untuk mengatasi dampak penyebaran abu vulkanik. Di antaranya adalah penyediaan masker secara gratis bagi warga terdampak serta penyediaan fasilitas kesehatan darurat.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik. "Pemerintah daerah sedang melakukan koordinasi dengan BPBD, BMKG, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Anak Krakatau. Kami juga akan terus memberikan informasi kepada masyarakat secara berkala," jelasnya.

Pencegahan Dampak Kesehatan

Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Lampung telah mengimbau warga untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, warga juga diminta untuk selalu membersihkan permukaan bangunan dan kendaraan secara berkala untuk mencegah endapan abu yang terlalu tebal.

"Abu vulkanik dapat berdampak pada saluran pernafasan jika terhirup dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, kami mengimbau warga, terutama anak-anak, lansia, dan pasien penyakit paru-paru, untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan," jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Perkembangan Aktivitas Vulkanik

Menurut laporan dari PVMBG, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus berlanjut dengan frekuensi erupsi yang bervariasi. Selain erupsi vulkanik, Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas gempa tektonik dan gempa vulkanik yang cukup intens.

"Kami terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau secara real-time. Sejauh ini aktivitas masih dalam status waspada, namun kami tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan aktivitas di kemudian hari," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrar Prihadi.

Warga di sekitar wilayah Selat Sunda diminta untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain itu, warga juga diminta untuk selalu siap menghadapi kemungkinan bencana alami yang dapat terjadi akibat aktivitas vulkanik tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter