7 Hari Pencarian Jurnalis Hilang Kontak, Basarnas Ungkap Sejumlah Kendala
Tim Pencarian dan Pertolongan Basarnas mengungkap sejumlah kendala yang dihadapi dalam pencarian seorang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak selama tujuh hari terakhir. Kepala Basarnas Marshal Sigit Pramono mengatakan bahwa kondisi geografis di area pencarian yang berupa hutan lebat dan medan berbukit menjadi hambatan utama.
"Kondisi medan yang sangat sulit, ditambah dengan cuaca yang tidak menentu membuat proses pencarian menjadi lebih rumit. Kami sudah melibatkan tim SAR dari berbagai instansi namun progress masih terbatas," ujar Sigit dalam konferensi pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Rabu (15/3).
Kronologi Hilangnya Jurnalis
Menurut laporannya, jurnalis bernama Reza Pratama (32) terakhir kali diketahui berada di Kabupaten Jayapura, Papua, pada Senin (6/3) lalu. Reza diketahui sedang meliput aktivitas penanaman pohon di wilayah tersebut sebelum komunikasinya terputus secara tiba-tiba.
Kepala Redaksi media tempat Reza bekerja, Budi Santoso, mengatakan bahwa Reza seharusnya melaporkan hasil liputannya pada sore hari tersebut. "Sejak pukul 17.00 WIT, Reza tidak lagi mengirimkan laporan atau membalas pesan kami. Teleponnya juga tidak terhubung," terang Budi.
Keluarga Reza yang khawatir kemudian melapor ke kepolisian setempat pada Rabu (8/3) sebelum dilaporkan lebih lanjut ke Basarnas pada keesokan harinya. Sejak itu, Basarnas telah menggelar operasi pencarian yang melibatkan personel dari TNI, Polri, dan tim SAR sukarela.
Kendala yang Dihadapi Tim Pencarian
Menurut Sigit, kendala utama yang dihadapi tim adalah luasnya area pencarian yang mencapai lebih dari 500 hektar. "Area tersebut memiliki vegetasi yang sangat rapat dan beberapa bagian belum pernah dijelajahi sebelumnya. Ini membuat sulit bagi tim untuk menjangkau seluruh wilayah secara efektif," jelasnya.
Selain itu, kondisi cuaca yang sering berubah-ubah juga menjadi faktor penghambat. "Kadang hujan deras mengguyur area pencarian, sehingga tim harus beristirahat untuk menghindari bahaya longsor. Namun saat cuaca cerah, medan yang becek membuat pergerakan tim menjadi sangat lambat," tambah Sigit.
Tindakan Pencarian yang Dilakukan
Basarnas telah mengerahkan sejumlah alat berat untuk membuka akses jalan menuju area pencarian. Selain itu, tim juga menggunakan drone untuk memindai area dari udara sebelum memerintahkan personel untuk melakukan pencarian di darat.
"Kami juga telah meminta bantuan warga setempat yang mengenal kondisi wilayah tersebut. Mereka menjadi mata dan telinga kami di area yang sulit dijangkau tim SAR profesional," ujar Sigit.
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal juga telah memberikan dukungan penuh dalam operasi pencarian ini. "Pemerintah Provinsi Papua siap membantu segala kebutuhan tim pencarian. Kami juga telah memfasilitasi komunikasi dengan warga setempat untuk mempercepat pencarian," ujar Klemen.
Status Terkini Pencarian
Sampai hari ini, tim pencarian belum berhasil menemukan jejak Reza. Namun, Basarnas masih optimis bahwa Reza dalam kondisi selamat. "Kami akan terus melakukan pencarian hingga Reza ditemukan. Sampai saat ini belum ada indikasi bahwa ada kejadian buruk yang menimpanya," pungkas Sigit.
Keluarga Reza yang tetap bertahan di posko pencarian di Jayapura meminta agar informasi tentang keberadaan Reza dapat segera ditemukan. "Kami masih dalam keadaisi khawatir tapi tetap berharap Reza akan segera ditemukan selamat," ucap adik Reza, Maya Pratama, dengan suara berkaca-kaca.
Basarnas mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Reza Pratama untuk segera melapor ke posko pencarian yang telah disiapkan. "Setiap informasi, seberapa kecil pun, sangat berarti bagi kami dalam menemukan Reza," tutup Sigit.
Komentar (0)