01, 2026
Nasional

3 Jam Petugas Damkar Bujuk WNA Aljazair Keluar dari Danau Sunter

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

3 Jam Upaya Petugas Damkar Bujuk WNA Aljazair Keluar dari Danau Sunter

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Aljazair berhasil diselamatkan setelah terdampak di Danau Sunter, Jakarta Utara, selama lebih dari tiga jam. Petugas Damkar Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai upaya persuasif untuk membujuk pria tersebut keluar dari perairan yang dalam.

Insiden ini terjadi pada Rabu (15/3) siang saat petugas Damkar mendapat laporan adanya WNA yang sedang berenang di tengah Danau Sunter. Tim Damkar langsung diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi.

Kronologi Insiden

Menurut keterangan Kepala Satuan Reskue dan Penanggulangan Kebakaran Damkar Pemprov DKI Jakarta, Sambas, pria berinisial M tersebut sedang berjalan-jalan di sekitar Danau Sunter sekitar pukul 13.00 WIB. Tanpa disadari, M terpeleset dan jatuh ke perairan.

"Korban sempat berenang untuk menyelamatkan diri, namun karena kelelahan dan kondisi perairan yang dalam, korban akhirnya menyerah dan terapung di tengah danau," ujar Sambas saat dihubungi, Kamis (16/3).

Beberapa saksi mata melihat kondisi M yang terlihat kesulitan di tengah danau dan segera melapor kepada pihak berwenang. Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar 15 menit setapa laporan diterima.

Upaya Evakuasi yang Panjang

Saat tiba di lokasi, petugas Damkar langsung melakukan upaya persuasif untuk membujuk M keluar dari perairan. Namun, pria tersebut enggan untuk dievakuasi dan memilih tetap berada di tengah danau.

"Kami coba berbagai cara. Mulai dari mengajak bicara, memberikan jaminan keamanan, hingga menawarkan bantuan. Namun korban tetap enggan," jelas Sambas.

Tim Damkar kemudian melakukan pendekatan bertahap. Mereka mendekati korban dengan perlahan untuk tidak menimbulkan kepanikan. Selama itu, petugas juga memberikan apel agar korban tidak kelelahan dan tetap terapung.

Setelah tiga jam berupaya persuasi, akhirnya M luluh dan setuju untuk dievakuasi. Petugas Damkar menggunakan perahu karet untuk mendekati korban dan membawanya pulang ke tepi danau.

Kondisi Korban

Setiba di darat, M langsung diperiksa oleh tim medik dari Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Korban dalam kondisi lelah namun tidak mengalami luka serius.

"Korban mengalami kelelahan akibat terapung terlalu lama di tengah danau. Kami berikan perawatan sementara dan meminta korban untuk istirahat," kata seorang petugas medik yang tidak mau disebutkan namanya.

Sambas menjelaskan bahwa korban ternyata sedang mengalami masalah psikologis dan memilih mengisolasi diri di tengah danau. Setelah dievakuasi, korban dibawa ke Polsek Tanjung Priok untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tanggapan Pemerintah

Wali Kota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di sekitar perairan terbuka. Ia juga mengapresiasi cepatnya respons petugas Damkar dalam menangani insiden ini.

"Kami terus meningkatkan pengawasan di area-area rawan seperti danau, sungai, dan waduk untuk mencegah insiden serupa di masa depan," ujar Heru.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana untuk melakukan sosialisasi bahaya berenang di perairan terbuka kepada masyarakat, terutama WNA yang belum familiar dengan kondisi di Indonesia.

Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan keselamatan saat beraktivitas di dekat perairan. Petugas Damkar kembali mengingatkan agar selalu waspada dan menghindari aktivitas berbahaya di sekitan danau atau sungai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter