Dua Kapal Cepat Dikerahkan untuk Mencari Lima Wartawan Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengirimkan dua kapal cepat untuk mencari lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung. Pencarian ini dilakukan setelah wartawan-wartawan tersebut tidak kembali ke titik temu yang telah ditentukan sebelumnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Basarnas Jachril Pratama mengatakan bahwa tim pencarian telah dikerahkan sejak dua hari lalu. "Kami telah mengerahkan dua kapal cepat dari Basarnas Lampung untuk melakukan pencarian di area sekitar Gunung Anak Krakatau," ujar Jachril dalam keterangannya, Kamis (9/9).
Menurut Jachril, lima wartawan tersebut terdiri dari tiga orang dari satu stasiun televisi lokal dan dua orang dari media online. Mereka dinyatakan hilang kontak pada Selasa (7/9) pagi setelah melaporkan keberadaan terakhir mereka di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
"Terakhir kali mereka memberikan laporan adalah pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu, komunikasi padam dan tidak ada kabar lagi hingga sekarang," jelas Jachril.
Kondisi Gunung Anak Krakatau saat Liputan
Gunung Anak Krakatau yang menjadi lokasi liputan wartawan-wartawan tersebut diketahui sedang mengalami aktivitas vulkanik meningkat sejak beberapa pekan terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terdapat peningkatan aktivitas letusan kecil dengan tinggi kolom abu mencapai 500-800 meter di atas puncak gunung.
Area sekitar Gunung Anak Krakatau sendiri telah ditetapkan dalam zona larangan (red zone) oleh PVMBG dengan radius 5 kilometer dari puncak gunung. Zona ini dilarang untuk aktivitas apapun karena risiko letusan yang dapat terjadi kapan saja.
Mekanisme Pencarian Berlangsung
Mekanisme pencarian yang dilakukan Basarnas melibatkan beberapa elemen. Selain dua kapal cepat dari Basarnas, tim juga dibantu oleh Kapal Patroli Polisi Laut (Polairud) dan Kapal Patroli Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) yang sedang berada di sekitar lokasi.
"Tim pencarian juga menggunakan drone untuk memantau area dari udara. Kondisi cuaca di lokasi saat ini relatif baik sehingga memudahkan operasi pencarian," tambah Jachril.
Sementara itu, keluarga dari wartawan-wartawan yang hilang pun menggelar doa bersama di Kantor Stasiun Televisi Lokal di Bandar Lampung. Mereka meminta agar pihak berwenang segera menemukan para wartawan dengan selamat.
"Kami masih menunggu kabar terbaru dari tim pencarian. Semoga mereka ditemukan dengan selamat," ucap salah satu keluarga korban yang tidak mau disebutkan namanya.
Risiko di Area Vulkanik Aktif
Ahli vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Hendra Gunawan, mengingatkan bahwa liputan di area vulkanik aktif seperti Gunung Anak Krakatau memerlukan persiapan dan kehati-hatian ekstra.
Ia menambahkan bahwa tim liputan seharusnya memiliki peralatan komunikasi darurat dan mengikuti arahan dari pihak berwenang sebelum memasuki zona larangan.
Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta agar seluruh pihak yang melakukan kegiatan di perairan Selat Sunda, terutama di sekitar Gunung Anak Krakatau, untuk lebih mematuhi aturan keamanan yang telah ditetapkan pemerintah.
Komentar (0)