17 Tahun Menjanda, Terungkap Alasan Rossa Tidak Ngoyo Kejar Target Menikah
Setelah 17 tahun menjadi seorang janda, Rossa, atau yang akrab disapa Diva, masih menempuh hidup sebagai seorang wanita lajang. Banyak penggemar dan publik yang bertanya-tanya mengapa seorang penyanyi legendaris seperti Rossa masih belum memilih untuk kembali ke pelukan pria. Dalam berbagai wawancara, Rossa telah beberapa kali menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk tidak terburu-buru menikah kembali.
Rossa resmi bercerai dari suami pertamanya, Yossi Krislev pada tahun 2007. Meskipun telah lama berpisah, wanita yang dikenal dengan lagu-lagu andalannya seperti "Tega" dan "Ayuh" ini tidak menunjukan keinginan yang mendesak untuk kembali menikah. Padahal, sebagai seorang publik figur, Rossa pasti memiliki banyak pelamar potensial yang siap mendampinginya.
Fokus pada Karir dan Kepribadian Mandiri
Salah satu alasan utama Rossa tidak terlalu ngayo dalam mengejar target menikah adalah fokusnya pada karir yang telah membesarkan namanya. Sejak awal kariernya, Rossa dikenal sebagai seorang pekerja keras yang selalu menempatkan profesionalisme di atas segalanya. Meskipun sudah berusia 45 tahun, energi dan dedikasinya dalam dunia musik masih tak pernah surut.
Dalam berbagai kesempatan, Rossa menyatakan bahwa ia merasa sangat nyaman dengan kehidupan saat ini. Ia telah membangun sebuah karir yang sukses, memiliki rumah yang nyaman, dan mampu memenuhi semua kebutuhannya tanpa bergantung pada pria. Rossa menegaskan bahwa ia bukanlah tipe wanita yang membutuhkan pasangan untuk merasa lengkap.
Pengalaman Masa Lalu Menjadi Pembelajaran
Pernikahan pertama Rossa yang berakhir dengan perceraian tentu memberikan pengalaman berharga baginya. Setelah melewati proses perceraian yang tidak mudah, Rossa menjadi lebih bijak dalam menghadapi hubungan percintaan. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.
Dalam wawancara dengan media, Rossa pernah mengungkapkan bahwa ia lebih memilih untuk tunggu sampai benar-benar menemukan pasangan yang tepat daripada terburu-buru menikah dengan alasan semata. Ia percaya bahwa sebuah hubungan yang sehat harus didasari oleh kecocokan nilai, saling pengertian, dan komitmen yang sama.
Peran Sebagai Ibu dan Keluarga
Selain sebagai seorang penyanyi, Rossa juga seorang ibu untuk putranya, Rizky Febian. Kehidupan sebagai seorang ibara menjadi prioritas utamanya. Rossa ingin memberikan contoh yang baik bagi anaknya tentang hubungan yang sehat dan seimbang.
Rossa sering menyebutkan bahwa ia tidak ingin menunjukkan sikap buruk dalam hubungan percintaan di depan anaknya. Ia percaya bahwa anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dari orang tua mereka. Dengan menjaga sikap positif dan sehat, Rossa berharap putranya akan tahu bagaimana cara menjaga sebuah hubungan di masa depan.
Menikah Bukanlah Kewajiban
Melalui berbagai pernyataannya, Rossa menegaskan bahwa menikah bukanlah sebuah kewajiban dalam hidup. Ia menolak pandangan bahwa seorang wanita harus menikah untuk merasa bahagia atau dianggap sukses. Rossa membuktikan bahwa seorang wanita bisa bahagia dan sukses tanpa harus memiliki pasangan.
Bagi Rossa, kebahagiaan berasal dari dalam diri sendiri, bukan dari status hubungan seseorang. Ia telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, seseorang bisa meraih kesuksesan dan kebahagiaan tanpa bergantung pada orang lain.
Pandangan Masyarakat Terhadap Wanita Lajang
Selama ini, masyarakat masih sering menganggap bahwa seorang wanita yang telah melewati usia tertentu dan belum menikah dianggap gagal atau tidak sempurna. Namun, Rossa menunjukkan bahwa pandangan tersebut sudah ketinggalan zaman.
Rossa mengajak masyarakat untuk mengubah persepsi tentang wanita lajang. Menurutnya, seorang wanita lajang tidak berarti tidak dicintai atau tidak diinginkan. Bisa jadi mereka sengaja memilih untuk tidak menikah karena fokus pada diri sendiri, karir, atau keluarga.
Kesimpulan
Setelah 17 tahun menjanda, Rossa tetap teguh dengan keputusannya untuk tidak terburu-buru menikah kembali. Fokus pada karir, pengalaman masa lalu, peran sebagai ibu, dan pandirian bahwa menikah bukan kewajiban menjadi alasan utamanya. Rossa membuktikan bahwa seorang wanita bisa tetap sukses, bahagia, dan dihormati tanpa harus memiliki pasangan.
Dengan sikap positif dan mandirinya, Rossa memberikan inspirasi bagi banyak wanita untuk tidak terjebak dalam tekanan sosial yang mengharuskan mereka menikah pada usia tertentu. Ia menunjukkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menentukan kebahagiaan mereka sendiri, baik itu melalui pernikahan atau dengan menjalani hidup sebagai seorang lajang.
Komentar (0)