17, 2026
Nasional

129 Orang Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Area Pencarian Korban Kapal Virgo

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

129 Orang Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Area Pencarian Korban Kapal Virgo

Pencarian terhadap 129 penumpang dan awak kapal feri Virgo yang tenggelam di perairan Sulawesi Tenggara masih terus berlanjut. Tim SAR gabungan telah memperluas area pencarian setelah sebelumnya hanya difokuskan di sekitar titik tenggelamnya kapal. Operasi pencarian yang telah memasuki hari ketiga ini dihadapkan pada tantangan cuaca buruk dan kondisi arus laut yang tidak menentu.

Kapal feri Virgo dengan kapasitas 150 penumpang tenggelam pada Minggu (19/11) sekitar pukul 14.30 WITA di wilayah perairan Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Kapal yang mengangkut 150 orang tersebut tenggelam akibat terjangan gelombang setinggi 3-4 meter yang disertai angin kencang. Hingga Senin (20/11), hanya 21 korban yang berhasil diselamatkan dan 100 jenazah yang telah ditemukan oleh tim SAR.

Kondisi Korban dan Evakuasi

Dari 21 korban yang berhasil diselamatkan, 12 orang dalam kondisi luka berat dan 9 lainnya mengalami luka ringan. Meresa saat ini dirawat di RSUD Raha dan RSUD Buton. Sementara itu, 100 jenazah yang telah ditemukan dievakuasi ke RSUD Raha untuk dilakukan identifikasi. Tim identifikasi dari Basarnas Polri dan BPBD setempat telah turun ke lokasi untuk membantu proses identifikasi korban.

Kepala Basarnas Indonesia Marsda TNI Fx. Sunindyo mengatakan bahwa tim SAR terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut yang tidak menentu. "Kami terus memantau perkembangan cuaca. Jika memungkinkan, pencarian akan dilakukan secara maksimal. Namun, keselamatan tim SAR juga menjadi prioritas," ujarnya.

Perluasan Area Pencarian

Setelah sebelumnya hanya difokuskan di sekitar titik tenggelamnya kapal, tim SAR memutuskan untuk memperluas area pencarian hingga radius 10 kilometer dari titik kejadian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi korban yang mungkin terseret arus laut atau hanyut dari lokasi tenggelam.

Tim SAR yang terdiri dari personel Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, dan nelayan setempat menggunakan 12 unit kapal pencari dan dua unit helikopter untuk mempercepat proses pencarian. Selain itu, dua kapal patroli TNI AL juga turut membantu dalam operasi pencarian ini.

Marsda TNI Fx. Sunindyo menjelaskan bahwa tim SAR menggunakan berbagai metode dalam pencarian, termasuk visual search, side scan sonar, dan underwater camera. "Kami juga memanfaatkan saksi mata yang melihat lokasi tenggelamnya kapal untuk membantu menentukan area yang harus dipindai," katanya.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan dari beberapa korban yang berhasil diselamatkan, kapal Virgo mengangkut 150 orang saat berlayar dari Bau-Bau menuki Wakai. Cuaca yang cerah di awal perjalanan berubah drastis sekitar pukul 14.00 WITA, di mana angin mulai bertiup kencang dan gelombang semakin tinggi.

Kapal yang mengalami guncangan hebat akibat gelombang besar tersebut akhirnya tenggelam dalam waktu singkat. Beberapa penumpang yang berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke laut dan memegang puing-puing kapal. "Saya melihat kapal terbelah menjadi dua dan perlahan tenggelam. Saya langsung melompat ke laut dan berenang sekuat tenaga," kata salah satu korban yang berhasil diselamatkan.

Tanggapan Pemerintah

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan jajaran Ditjen Perhubungan Laut untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait kejadian tenggelamnya kapal Virgo. "Kami akan mengecek segala aspek, mulai dari kondisi kapal, kompetensi awak, hingga pelanggaran yang mungkin terjadi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menyatakan siap membantu korban dan keluarga yang terdampak musibah ini. Pemerintah daerah telah membuka posko darurat di RSUD Raha dan menyediakan bantuan psikosocial bagi para keluarga korban. "Kami juga akan membantu biaya pemakaman bagi korban yang telah ditemukan," kata Ali Mazi.

Investigasi awal menyebutkan bahwa kapal Virgo mungkin tenggelam akibat cuaca ekstrem. Namun, pihak berwenang masih menyelidiki kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan kecelakaan ini. Kapal Virgo sendiri merupakan kapal feri jenis Ro-Ro dengan registrasi 9708798 yang berlayar rute Bau-Bau-Wakai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter