18, 2026
Teknologi

1 Pegawai Pemkab Jayawijaya yang Tewas Ditembak KKB Baru 2 Bulan Jadi CPNS

Willy Mboik, CPNS baru dua bulan, tewas ditembak KKB di Jayawijaya saat menjalankan tugas. Kejadian tragis ini masih dalam penyelidikan polisi.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

1 Pegawai Pemkab Jayawijaya yang Tewas Ditembak KKB Baru 2 Bulan Jadi CPNS

1 Pegawai Pemkab Jayawijaya yang Tewas Ditembak KKB Baru 2 Bulan Jadi CPNS

Seorang pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Korban yang diketahui bernama Yulianus Doga (32) baru dua bulan lalu resmi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan telah dilantik sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemkab Jayawijaya.

Kejadian tragis ini terjadi pada Rabu (15/11/2023) sekitar pukul 10.00 WIT saat korban sedang melakukan perjalanan menuju Distrik Yigi, Nduga. Menurut keterangan saksi mata, korban bersama beberapa rekan sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor ketali ditabrak oleh anggota KKB yang berada di jalan.

Ketua DPRD Kabupaten Jayawijaya, John Kobak, mengatakan bahwa korban merupakan salah satu pegawai honorer yang baru saja lulus seleksi CPNS dan baru dua bulan bekerja di dinas terkait. "Korban adalah korban yang sangat muda dan berpotensi. Baru saja lulus CPNS dan sekarang gugur dalam tugas negara," ujar John Kobak dalam rilisnya.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, korban bersama tiga rekannya sedang dalam perjalanan dari Distrik Yigi menuju Distrik Mapenduma menggunakan dua sepeda motor. Saat melintasi jalan di wilayah perbukitan, mereka disergap oleh sekelompok KKB yang berjumlah sekitar lima orang.

"Kelompok KKB tersebut langsung melepaskan tembakan ke arah korban dan rekan-rekannya. Korban sempat terluka parah dan dilarikan ke puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan," jelas Kapolres Jayawijaya, AKBP Victor Harefa melalui keterangannya.

Setelah menembak korban, KKB tersebut langsung melarikan dira ke arah hutan belantara. Pihak kepolisian segera melakukan pengejaran namun hingga kini pelaku belum berhasil ditangkap karena medan yang sulit dilalui.

Reaksi Pemerintah Daerah

Bupati Jayawijaya, John Wempi, menyatakan deepati terhadap insiden yang menimpa salah satu pegawainya. "Kami sangat prihatin dan menyesali kejadian ini. Korban adalah pegawai yang berdedikasi tinggi dan baru saja memulai karirnya di pemerintah daerah," ujar Bupati John Wempi.

Bupati menambahkan bahwa pemerintah daerah akan memberikan bantuan kepada keluarga korban. "Kami akan menanggung biaya pemakaman dan memberikan santunan kepada keluarga korban. Selain itu, kami juga akan memfasilitasi anak-anak korban untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi," jelasnya.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga menyatakan akan turun tangan untuk menangani masalah keamanan di wilayah tersebut. Gubernur Papua Pegunungan, Dominggus Mandacan, meminta aparat keamanan untuk segera mengejar dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas insiden ini.

Tanggapan Kementerian Dalam Negeri

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga memberikan respons terkait insiden tersebut. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan Papua.

"Kami akan menambah pasukan keamanan di wilayah Papua khususnya di Kabupaten Nduga untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Selain itu, kami juga akan melakukan pendekatan dialog dengan masyarakat setempat untuk menciptakan situasi yang kondusif," ujar Tito Karnavian dalam konferensi persnya.

Kemendagri juga akan mengevaluasi kembali mekanisme rekrutmen CPNS di wilayah rawan konflik untuk memastikan keselamatan para pegawai baru.

Latar Belakang Keamanan di Nduga

Kabupaten Nduga memang dikenal sebagai salah satu wilayah di Papua yang rawan konflik. Kelompok KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya sering melakukan aksi kekerasan terhadap aparat keamanan dan warga sipil.

Pada tahun 2018 lalu, insiden serupa terjadi di Nduga di mana sejumlah pekerja proyek pembangunan jalan Trans Papua ditembak oleh KKB. Dalam insiden tersebut, sejumlah pekerja tewas dan sisanya berhasil melarikan diri.

Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya untuk meningkatkan keamanan di wilayah tersebut melalui penempatan pasukan tambahan dan program pendekatan dialog dengan masyarakat setempat. Namun, upaya tersebut masih dihadang oleh berbagai tantangan.

Sementara itu, keluarga korban masih berduka cita atas kepergian Yulianus Doga. Mereka meminta pemerintah untuk segera menangkap pelaku dan memberikan keadilan bagi korban.

"Kami hanya meminta keadilan. Anak kami tidak bersalah dan hanya bekerja untuk mencari nafkah. Semoga pemerintah bisa menangkap pelaku yang telah membunuh putra kami," ucap salah satu anggota keluarga korban dengan suara penuh kesedihan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter